Kepala Desa Ibarat Lokomotif Kereta

Doc. Pribadi


Kedungoleng-suarapaguyangan.site-Suasana cukup semarak pagi itu, panggung didirikan di samping pintu masuk menuju Aula Balai Desa. Beberapa saat kemudian terdengar gending-gending ciri khas Banyumasan yang dikumandangkan oleh para niyaga. Grup Gending "Setyo Laras" yang berasal dari Desa Kedungoleng tersebut rupanya sengaja dihadirkan untuk mengiringi acara Serah terima jabatan dari Pj. Kades kepada Kades terpilih, Desa Kedungoleng, Kamis (20/2).

Disaksikan oleh Tim Muspika Kecamatan Paguyangan, dan semua Perangkat Desa, serta tamu undangan, acara penandatanganan berita acara serah terima jabatan berlangsung tertib dan khikmat.
Pj. Kades Kedungoleng, Seger SE menyampaikan harapannya, semoga selama 20 hari menjabat sebagai Pj Kades, akan dapat membantu memfasilitasi, atau sedikit membekali Pemerintah Desa dalam menjalankan roda pemerintahan.
"20 hari menjabat  memang waktu yang sangat singkat, mudah-mudahan mampu untuk sedikitnya membantu memfasilitasi pemerintah desa bersama kepala desa untuk menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik," harap Seger.
Sementara itu, Kades terpilih, Tasir, Spd.SD, berjanji akan berjuang semaksimal mungkin, dan menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama merumuskan segala yang menjadi skala prioritas demi tercapainya desa yang maju.
"Tentunya dalamenjalankan roda pemerintah tidak bisa sendirian, jadi mari kita bersama-sama saling membantu mewujudkan apa-apa yang menjadi skala prioritas desa ini, dan bukan hanya pembangunan fisik saja, namun juga pemberdayaan masyarakatpun perlu ditingkatkan demi terwujudnya desa yang lebih maju," Ujar Tasir.
Lukmanul Hakim, selaku Ketua BPD Kedungoleng, menyampaikan, kepala desa itu ibarat Lokomotif kereta, yang bukan hanya membutuhkan rel untuk berjalan, tetapi juga membutuhkan alat-alat lainnya.
"Kepala desa diibaratkan seperti Lokomotif kereta, bukan hanya rel yang dibutuhkan untuk bisa berjalan, namun juga membutuhkan alat-alat lainnya seperti, peluit, dan rambu-rambu. Kades juga seperti itu, Ia butuh peluit dan rambu-rambu, agar jika suatu saat melakukan hal-hal yang melenceng dari aturan, maka kita sebagai warga yang baik harus mengingatkannya, karena yang menjadi rambu-rambu tersebut adalah kita." Jelas Lukmanul Hakim.
Seringkali warga masyarakat melakukan tindakan yang membabi buta sehingga, akan timbul rasa saling bermusuhan diantara warga.Untuk itu tidak mengkritik kebijakan desa tanpa adanya hukum yang jelas. NK

Related Posts:

0 Response to "Kepala Desa Ibarat Lokomotif Kereta"

Posting Komentar