Sebanyak 13 Perempuan Lolos SeTARA

Dok Fitra 

Paguyangan- Ada tiga belas perempuan hebat lolos seleksi Sekolah Transparasi Anggaran (seTARA) yang di adakan oleh  Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran ( FITRA) Jawa Tengah. Ketiga belas terdiri dari Kabupaten Brebes sebanyak dua orang, Kabupaten Boyolali satu orang, Kabupaten Jepara tiga orang, Kabupaten Demak satu orang, Kabupaten Kendal satu orang, Kabupaten Kudus dua orang, Kabupaten Pemalang dua orang dan Kabupaten Semarang dua orang. Mereka dari berbagai profesi yang beragam seperti Jurnalis Warga, Volunteer Fitra Jateng, Pendamping Desa, Aktivis sosial, Konsultan publik dan Mahasiswa.

Direktur Pelaksana Fitra Jateng Muhamad Iklil dalam pesan yang di kirimkan kepada peserta terpilih melalui whatshapp menyampaikan, dalam waktu kurang dari seminggu diumumkan, tercatat ada 73 pendaftar Sekolah Transparansi Anggaran. Pendaftar berasal dari berbagai daerah, profesi, dan pengalaman. Kami terharu, inginnya semua kita libatkan tapi baru 30 peserta yang dapat kami fasilitasi.

Salah satu peserta dari Kecamatan Paguyangan Brebes Lidia Alfi salah satu peserta dari Brebes merasa bangga. " Informasi awal dirinya mendapatkan dari Facebook bahwa ada sekolah anggaran, dan mencoba untuk mendaftar. Alhamdulillah menjadi bagian dari tiga puluh besar," katanya. Jumat (21/02/2020).

Pihaknya sangat bahagia dan semoga nanti bisa mengikuti dengan baik dan ilmu yang di dapat bisa berguna untuk masyarakat yang ada di sekitarnya dan Kabupaten Brebes pada umumnya. ( Kontributor LA)

Related Posts:

Kepala Desa Ibarat Lokomotif Kereta

Doc. Pribadi


Kedungoleng-suarapaguyangan.site-Suasana cukup semarak pagi itu, panggung didirikan di samping pintu masuk menuju Aula Balai Desa. Beberapa saat kemudian terdengar gending-gending ciri khas Banyumasan yang dikumandangkan oleh para niyaga. Grup Gending "Setyo Laras" yang berasal dari Desa Kedungoleng tersebut rupanya sengaja dihadirkan untuk mengiringi acara Serah terima jabatan dari Pj. Kades kepada Kades terpilih, Desa Kedungoleng, Kamis (20/2).

Disaksikan oleh Tim Muspika Kecamatan Paguyangan, dan semua Perangkat Desa, serta tamu undangan, acara penandatanganan berita acara serah terima jabatan berlangsung tertib dan khikmat.
Pj. Kades Kedungoleng, Seger SE menyampaikan harapannya, semoga selama 20 hari menjabat sebagai Pj Kades, akan dapat membantu memfasilitasi, atau sedikit membekali Pemerintah Desa dalam menjalankan roda pemerintahan.
"20 hari menjabat  memang waktu yang sangat singkat, mudah-mudahan mampu untuk sedikitnya membantu memfasilitasi pemerintah desa bersama kepala desa untuk menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik," harap Seger.
Sementara itu, Kades terpilih, Tasir, Spd.SD, berjanji akan berjuang semaksimal mungkin, dan menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama merumuskan segala yang menjadi skala prioritas demi tercapainya desa yang maju.
"Tentunya dalamenjalankan roda pemerintah tidak bisa sendirian, jadi mari kita bersama-sama saling membantu mewujudkan apa-apa yang menjadi skala prioritas desa ini, dan bukan hanya pembangunan fisik saja, namun juga pemberdayaan masyarakatpun perlu ditingkatkan demi terwujudnya desa yang lebih maju," Ujar Tasir.
Lukmanul Hakim, selaku Ketua BPD Kedungoleng, menyampaikan, kepala desa itu ibarat Lokomotif kereta, yang bukan hanya membutuhkan rel untuk berjalan, tetapi juga membutuhkan alat-alat lainnya.
"Kepala desa diibaratkan seperti Lokomotif kereta, bukan hanya rel yang dibutuhkan untuk bisa berjalan, namun juga membutuhkan alat-alat lainnya seperti, peluit, dan rambu-rambu. Kades juga seperti itu, Ia butuh peluit dan rambu-rambu, agar jika suatu saat melakukan hal-hal yang melenceng dari aturan, maka kita sebagai warga yang baik harus mengingatkannya, karena yang menjadi rambu-rambu tersebut adalah kita." Jelas Lukmanul Hakim.
Seringkali warga masyarakat melakukan tindakan yang membabi buta sehingga, akan timbul rasa saling bermusuhan diantara warga.Untuk itu tidak mengkritik kebijakan desa tanpa adanya hukum yang jelas. NK

Related Posts:

Perempuan Penting dalam Mensukseskan Pembangunan di Desa

Pelaksanaan Musrengbangkec Paguyangan di Aula Kecamatan ( Dok Harti) 

Paguyangan (suarapaguyangan.site) - Ratusan peserta menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Paguyagan,  dalam sambutanya Camat Paguyangan Eko Purwanto,Sp,Msi,Kp. menegaskan, selain di Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKP Des), ada 3 usulan yang di ajukan ke Pemerintah Kabupaten atau Propinsi, terutama jalan kreteg Ragatunjung, Jalan Pandansari Igrirklanceng, dan Jalan Lingkar Waduk Penjalin, juga usulan utamakan pada layanan dasar yakni pendidikan, kesehatan, jamban sehat, rumah tidak layak huni (RTLH), pemberdayaan, difabel dan perempuan.

" Sungguh besar jasa jasa Raden Ajeng Kartini yang bisa di kenal RA Kartini,di masa hidupnya bersusah payah untuk mengangkat derajat kaum wanita,hingga sampai sekarang namanya masih melekat kuat terutama untuk kaum hawa. Dulunya wanita hanya di dapur, sumur dan kasur, atas perjuangan beliau wanita bisa di katakan sejajar dengan pria, sudah terbukti di masa kini, wanita atau perempuan juga selalu di ikut sertakan dalam setiap musyawarah,termasuk di ikut sertakan dalam  musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan," terangnya. 

Kabid Pemsosbud Bapperlitbangda Rela Rahayu Ningsih, S.Sos, M.Si mengatakan, tahun 2020  Kabupaten Brebes harus menuju pelayanan,terutama melayani hak hak anak, perempuan dan difabel harus di utamakan, dalam Undang-Undang no 25 tahun 2004 tentang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) adalah forum antar pemangku  kepentingan dalam rangka menyusun  rencana pembangunan daerah.

" Tahun 2022 peningkatan ekonomi Kabupaten Brebes harus sudah mencapai 7%, selain itu Kabupaten Brebes harus menuntaskan pendidikan 12 tahun, minimal lulus sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA)," ungkapnya. Selasa (11/02/2020)

Sementara salah satu anggota DPRD Dapil 2 Zamroni, S,Ag, mengatakan untuk membuat kabupaten brebes khususnya kecamatan paguyangan  maju, marilah kita bersatu padu, bergandeng tangan agar semua yang di cita citakan kita semua dapat tercapai dengan baik. 
Peserta musrengbangkec Paguyangan ( dok Harti) 
Selanjutnya, saat diskusi berlangsung, Kepala Desa Wanatirta Lukman Hakim menyambut dengan bangga, tentang cita-cita yang di sampaikan oleh para Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil 2 Kabupaten Brebes. Untuk semua usulan dari Desa Se-Kecamatan Paguyangan di bawakan oleh Masudin Ibnu Nu'mar(Umar) dari TPID Kecamatan Paguyangan, dan wakil Perempuan Nurkhasanah dari Kedung Oleng dan Suharti dari Cipetung mengutarakan pendapat mereka tentang HIMPAUDI dan Difabel agar prioritaskan.

Hadir pada acara musrengbangkec, anggota DPRD Dapil 2 Kabupaten Brebes, Perwakilan perangkat daerah di wilayah Kecamatan Paguyangan, Kepala Desa Se Kecamatan Paguyangan, Tim atau Delegasi dari desa, keterwakilan  organisasi atau kelompok/ kelembagaan masyarakat (Forum LPM, Forum BKM, Tim PD/ PDTI/ PLD, Karang Taruna, PKK Kecamatan, LSM, Forum Anak, Gabungan Kelompok Tani,  Kelompkok Usaha Mikro, Kelompok Profesi), Keterwakilan individu dari komunitas sosial kemasyarakatan Tomas, Toga, Tokoh Perempuan dan perwakilan masyarakat lainnya. ( Kontributor : Harti )

Related Posts: