Kader Posyandu Harus Paham 12 Indikator PIS-PK

Kegiatan Koordinasi PIS-PK Puskesmas Winduaji - Foto Nurkhasanah

Kedungoleng (suarapaguyangan.site) - Kepala Puskesmas WInduaji Hery Agung Prasetya, mengatakan, agar Kader Posyandu untuk paham dan mampu memahami buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Setiap Kader Posyandu wajib tahu isi dari Buku KIA, karena di dalam buku KIA tersebut terdapat pengetahuan tentang kesehatan Ibu dan Anak, mulai dari catatan ibu hamil, tanda tanda-tanda persalinan, ASI ekslusif, asupan gizi anak umur bayi sampai 5 tahun, perkembangan anak mulai dari 0 bulan sampai 5 tahun, semua ada di buku KIA tersebut." ungkapnya dihadapan peserta, pada acara Rapat Koordinasi Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga atau yang dikenal dengan nama PIS-PK, Kamis (23/1/2020).

Hery Agung Prasetya, yang lebih di kenal dengan Dokter Agung juga memberikan penjelasan tentang 12 indikator program indonesia sehat kepada para kader kesehatan yang hadir.

"Program Indonesia sehat, atau PIS-PK adalah upaya untuk meningkatkan derajat masyarakat, yang diselenggarakan melalui pendekatan keluarga. Pada saat Pendataan Pis-pk, para kader dengan didampingi petugas kesehatan mendatangi rumah rumah, melakukan tanya jawab tentang masalah kesehatan terhadap setiap warganya, dan setiap warga yang mendapat pertanyaan tersebut diharapkan untuk menjawab secara jujur," jelas Hery Agung.

Adapun pertanyaan pertanyaan tersebut dirangkum dalam 12 indikator program Indonesia Sehat, yaitu: Keluarga mengikuti KB, Ibu bersalin di Fasilitas Kesehatan, Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, Bayi diberi ASI ekslusif selama 6 bulan, Pertumbuhan Balita dipantau tiap bulan, Penderita TB paru berobat sesuai standar, Penderita Hipertensi berobat teratur, Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan, Tidak ada anggota keluarga yang merokok, Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih, Sekeluarga menjadi anggota JKN/Askes, Keluarga mempunyai akses/menggunakan jamban sehat.

Sementara itu, Ketua BPD Kedungoleng Lukmanul Hakim mengatakan, untuk Desa Kedungoleng, Pemerintah Desa sudah menganggarkan 77 juta untuk kesehatan, dan mudah mudahan untuk tahun 2020 ini, pemerintah desa akan menambah jumlah anggaran tersebut, sesuai dengan prioritas kebutuhan.

Beliau juga menambahkan, kalau Forum Kesehatan Desa dan Rumah Desa Sehat, keduanya harus selaras. Kalau FKD yang merupakan program dari Kementrian Kesehatan yang kegiatannya lebih menitikberatkan pada masalah  Pemberian Makanan Tambahan (PMT) misalnya, maka RDS yang merupakan program dari Kementrian Desa menitikberatkan pada konvergensi stunting di Indonesia. 

Lukmanul Hakim juga berharap, kegiatan pendataan PIS-PK, yang sudah dilakukan baru satu kali di Kedungoleng, dan akan diadakan setiap tahun tersebut semoga akan meningkatkan kesadaran kepada warganya untuk membiasakan  perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

" Tujuan dari kegiatan pendataan PIS-PK adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan warga untuk lebih bisa melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Di harapkan setelah adanya pengetahuan dan kesadaran warga tersebut, maka akan meningkatkan kesehatan bagi warganya, sehingga di setiap tahun dilakukan pendataan tersebut, jumlah kesehatan masyarakat Kedungoleng akan semakin meningkat menjadi lebih baik," harap Lukmanul Hakim.

( Kontributor : Nurkhasanah ) 

Related Posts: