Delegasi Jumbara Rebut Prestasi

Kegiatan Jumbara PMI Kab. Brebes

Jatibarang-(suarapaguyangan.com)- Jumpa Bhakti Gembira, atau yang lebih dikenal dengan kata Jumbara, adalah suatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari sejumlah daerah di Indonesia. Jumbara, diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), dengan tujuan agar para anggota PMR, dari daerah mana saja, bisa saling bertegur sapa, bertukar ilmu, sekaligus bersilaturahmi antar anggota PMR di Indonesia.

Di Kabupaten Brebes tahun ini, jumbara dilaksanakan untuk yang ke 11 kali, bertempat di Desa Kebogadung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, dilaksanakan selama 2 hari, mulai dari hari Senin hingga Kamis (12-15/11). Kegiatan ini diikuti oleh 1200 peserta yang terdiri dari 23 kontingen wira (setingkat SLTA) dan 23 kontingen Madya (setingkat SMP), masing-masing kontingen terdiri dari 20 peserta (10 putra dan 10 putri) dan 3 orang pembina. 

Kegiatan ini dipimpin oleh Dharma Suheri, selaku Kepala SMPN 1 Brebes dengan melibatkan panitia yang diambil dari berbagai Korps Sukarela (KSR) unit kampus. KSR adalah kesatuan unit PMI yang menjadi wadah bagi anggota biasa dan perseorangan yang atas kesadaran sendiri menyatakan menjadi anggota KSR. 

Ketua PMI Cabang Brebes, Wahidin Soedja mengatakan,  jumbara ini sebagai ajang untuk mendidik anak-anak pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) dari Wira, dan Madya untuk menjadi manusia yang tangguh khususnya dalam bidang kemanusiaan. 

"Beda dengan Pramuka, kalau Jumbara lebih spesifik karena didalamnya ada pertolongan  pertama (PP) pada musibah dan bencana alam, ada mitigasi bencana atau kesiapsiagaan menghadapi bencana,  dan di latih supaya hidup mandiri dengan berkemah," tegas Wahidin.

Kepanitiaan melibatkan KSR dari Kabupaten Brebes, Pemalang dan kendal untuk menjaga obyektifitas penilaian.

KSR Unit STIE Widya Manggalia Brebes, Veronika Firgie MK (23) mengatakan, baru pertama kali ikut dan dimintai bantuan sebagai pendamping juri,  sehingga merasakan senang karena bisa saling berbagi cerita, lebih banyak pengalaman dan kenalan dengan KSR dari lain daerah.

"Kegiatan ini menyenangkan sekali,  semangat PMR Widya dan Madya berlomba tidak kenal lelah, mereka juga saling mengenal satu sama lain, bertukar ilmu dan pengalaman, dan mereka belajar hidup secara sederhana dan mandiri," ujar Veronika.

Pimpinan Kontingen dari SMPN 1 Bumiayu, Hanandita Khoirunnisa Ajiputri (14) mengatakan,  jumbara merupakan salah satu penetapan dari Tri Bhakti PMR,
dimana dalam jumbara diajarkan agar setiap anggota harus selalu aktif, baik dalam perlombaan maupun persahabatan, karena dalam kegiatan jumbara,  setiap anggota diwajibkan untuk lebih mengenal antar kontingen, dan dalam perlombangan juga di tuntut lebih kreatif.

"Kita tidak boleh cepat merasa puas karena dapat mengikuti ataupun memenangkan perlombaan, namun lebih dari itu, kita diharapkan agar bisa ikut serta dalam kegiatan Jumbara di tingkat yang lebih tinggi, agar kemampuan dan pengetahuan kita bertambah luas, serta bisa belajar tentang filosofi hidup, bagaimana hakekat hidup yang sebenarnya," terangnya. (VSK)

Related Posts:

PMR SMPN 1 Bumiayu Pertahankan Piala Bergilir Jumbara

Keiatan Jumbara SMPN 1 Bumiayu


Jatibarang-(suarapaguyangan.com)-Teriknya lapangan Desa Kebogadung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes tidak melelehkan semangat peserta Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) ke XI yang diadakan dari hari Senin hingga Kamis (12-15/11) oleh PMI Cabang Brebes.

Kegiatan ini melibatkan 23 kontingen Wira (setingkat SMA) dan 23 kontingen Madya (setingkat SMP), salah satunya adalah kontingen dari SMPN 1 Bumiayu yang 2 tahun kemarin meraih piala bergilir saat Jumbara ke X di Desa Kaligua, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Salah satu pembina PMR M Izzat Ibrahim menyebutkan tim PMR mereka diberi julukan Emprit Squad, persiapan untuk jumbara dilakukan berbulan-bulan karena banyak lomba yang diadakan seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), kewirausahaan, paduan suara, speech contest, travelling dan banyak lagi, karena butuh usaha keras untuk bisa mempertahankan hasil yang sebelumnya.

"Anak-anak walau terlihat lelah dengan cuaca panas ini tapi mereka semangat karena mengikutinya dengan senang sehingga kami sebagai pembina tak kenal lelah mendampingi mereka," ujar Izzat.

Lingkungan kontingen SMPN 1 Bumiayu terlihat bersih dan rapi dengan menampilkan maket yang bertema pemekaran dan eko wisata, menyandingkan photoboth dan hiasan menarik sebagai penghias halaman kemah.

Ketua Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Rudi Setiawan menyampaikan dirinya ikut mendampingi memberikan pelatihan kepada anak-anak Emprit Squad dalam mengkonsep mental, materi terutama pertolongan pertama dan kedisiplinan.

"Pada jumbara sebelumnya SMPN 1 Bumiayu mendapat juara dan memegang piala bergilir, semoga sekarang anak-anak bersemangat agar bisa mempertahankan kemenangannya," ujar Rudi menambahkan.

Dalam upayanya agar bisa mempertahankan piala bergilir kontingen SMPN 1 Bumiayu menerapkan kedisiplinan yang tinggi baik di lingkungan perkemahan hingga urusan asupan demi menjaga kesehatan tubuh.

Salah satu peserta dari SMPN 1 Bumiayu Kelas 9, Khansa Ghaina Ainaya (14) berharap pada Jumbara kali ini bisa juara lagi, sehingga bisa mengikuti Jumbara ke tingkat yang lebih tinggi agar menambah pengalaman.

"Saya berharap Emprit Squad kompak semangatnya dalam setiap perlombaan agar pulang membawa hasil terbaik," tukas Khanza. (VSK)

Related Posts:

Dispermasdes Gelar PID di UMUS


Program Inovasi Desa di UMUS Brebes

Brebes-(suarapaguyangan.com)-Inovasi, merupakan suatu pembaharuan terhadap berbagai sumberdaya yang mempunyai manfaat lebih bagi manusia sehingga  memudahkan dalam memproduksi sesuatu yang berbeda.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Atoillah Syatori, Msi selaku wakil dari Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes pada saat membacakan sambutan Bupati Brebes dalam acara Bursa Inovasi Desa, Selasa (13/11) kemarin bertempat di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rofiq Qoidul Adzam, SH,  yang sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan, Bursa Inovasi Desa adalah salah satu kegiatan dari Program Inovasi Desa (PID) dengan tujuan sebagai wahana untuk saling bertukar pengetahuan dan inovasi antar desa di Kabupaten Brebes.

"Program Inovasi Desa merupakan upaya pemerintah dengan tujuan untuk membangun Indonesia dari daerah tertinggal, memperkuat daerah dan desa, dalam rangka untuk mempererat persatuan," jelasnya.

"Dalam Bursa inovasi desa ini, masing masing Tim Penyusun Inovasi Desa (TPID) akan menyajikan inovasi inovasi di desanya baik dalam bidang ekonomi, pariwisata, maupun pertanian. Dengan harapan mereka dapat mereplikasi atau meniru apa yang dilihat yang nantinya dapat  diterapkan di desa sesuai dengan kebutuhan desanya," jelasnya lagi.

Acara yang dihadiri sekitar 1000 peserta dari puluhan Kecamatan dan Kelurahan di seluruh Kabupaten Brebes tersebut berlangsung cukup tertib. Peserta bergiliran mendatangi bursa A, bursa B, maupun bursa C, sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Kecamatan Paguyangan menampilkan kegiatan di Obyek Wisata Tuk Pemali (Pemali Oasis Forest) yang terletak di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. (NK editor LA)

Related Posts:

Ratusan Siswa SMPN 2 Tonjong Belajar Permainan Tradisonal

Foto saat siswa-siswi bermain 


Tonjong (suarapaguyangan.com) - Suasana ceria dan gembira terlihat jelas pada wajah siswa siswi SMP Negeri 2 Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah saat mereka melakukan kegiatan belajar di luar kelas pada hari ini (1/11). 
Salah satu yang disukai mereka adalah saat mengikuti permainan tradisional seperti main karet, sunda manda/patahan/jangka, congklak dan gobak sodor.

Kegiatan yang dilaksanakan serentak tingkat internasional ini melibatkan seluruh guru, karyawan dan siswa yang ada di sekolah. Membaur menciptakan kebersamaan dan kegembiraan sebagai pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman.

Salah satu guru Sugiarti Farikhatun, S.Pd. merasa ikut senang melihat permainan yang sudah jarang dipermainkan anak-anak jaman sekarang ternyata masih bisa dinikmati dengan kebersamaan hari ini.

"Permainan tradisional ini sangat bagus untuk meningkatkan motorik anak, lebih memotivasi kreatifitas anak jadi makin berkembang dan menjadikan mereka lebih baik lagi," ungkapnya.

salah seorang wali murid Slamet Maufudin(42) mengatakan, melihat anak-anak bermain karet, sunda manda/jangka, goback sodor dan congklak seperti kembali ke jaman dulu saat anak-anak kompak bermain bersama dengan bahagia.

"Kalau kegiatan di luar kelas dengan permainan ini sering dilakukan mungkin, membawa dampak baik pada pembelajaran anak di dalam kelas," tambahnya.

Hal senada juga dirasakan siswa Kelas 8 Cilvina dyah cahyaning ummah (14) mengungkapkan perasaan gembira karena antara siswa dan guru ada komunikasi yang bebas bisa tertawa bersama tidak di dalam kelas dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan sebulan sekali agar anak-anak bisa sering merasakan kebahagiaan seperti ini. (VSK)

Related Posts:

Berikan Gizi Seimbang dan ASI Ekslusif Untuk Cegah Stunting

Kegiatan pelatihan PMBA


Paguyangan-(suarapaguyangan.com)-Sebagaimana yang kita tahu, stunting adalah kondisi dimana seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usia sebenarnya,  hal ini disebabkan karena kurangnya asupan gizi kronis dalam waktu yang lama, yang terjadi pada janin sejak dalam kandungan dan mulai terlihat pada anak mulai usia dua tahun.

Ahli gizi Puskesmas Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rita Khurairah, Amg mengatakan, salah satu rantai lingkaran timbulnya stunting adalah kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan menyusui. Rita Khurairah juga mengatakan bagaimana mencegah timbulnya stunting pada anak balita , salah satunya pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif hingga usia  6 bulan.

"Ada beberapa cara yang paling utama, untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, salah satunya yaitu pemberian gizi seimbang pada ibu hamil, dan pemberian ASI ekslusif, hanya ASI ekslusif pada bayi usia 0 hingga 6 bulan," tandasnya.

Rita juga menambahkan, pola makan yang tidak sehat juga mempengaruhi gizi buruk.Pola makan yang sehat mengandung unsur 4 bintang, yaitu bintang 1 adalah makanan pokok, meliputi beras dan umbi umbian, bintang 2 yaitu makanan yang mengandung kacang kacangan, bintang 3 terdiri dari buah dan sayur, dan bintang 4 adalah makanan yang mengandung zat Fe dan protein hewani.Demikian dijelaskan Rita pada saat pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di Puskesmas Paguyangan, Rabu (31/10).

Salah satu Kader Posyandu dari desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Dian Mawar Agustina merasa senang, dan berharap bisa membagikan pengetahuannya khususnya kepada masyarakat sekitar.

"Saya sangat gembira dengan adanya pelatihan PMBA ini, dan saya akan membagikan apa yang saya peroleh pada pelatihan ini kepada masyarakat di desa saya,  sehingga masyarakat akan mengetahui apa itu stunting dan cara pencegahannya," ungkap Dian antusias.(MD)

Related Posts:

SMPN 2 Tonjong Kabupaten Brebes Gelar OCD

Sekolah Ramah Anak SMP Negeri 2 Tonjong


Tonjong(suarapaguyangan.com) - SMP Negeri 2 Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan belajar di luar kelas yang dilaksanakan pada hari Kamis ( 1/11/2018) yang dijadwalkan serentak tingkat internasional. Kegiatan ini kerjasama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dengan satuan pendidikan, Outdoor Classroom Day (OCD) Global kegiatan yang berpusat di Inggris dan diikuti oleh beberapa negara termasuk Indonesia.

Di Indonesia kegiatan belajar di luar kelas tetap sesuai dengan ranah Sekolah Ramah Anak (SRA) yang mengedepankan Senyum Sapa Salam (3S), agar terbentuk pembelajaran yang aman dan nyaman di sekolah.

Kegiatan diawali dengan menyambut siswa di pintu gerbang dengan 3S, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Maju Tak Gentar, Deklarasi SRA, pelantikan tim SRA, cuci tangan - doa - makan bersama - doa - cuci tangan, baca buku (kegiatan literasi), memeriksa lingkungan, matikan lampu/kran/komputer, simulasi sadar bencana, senam Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), permainan tradisional, SRA dan testimoni (orang tua dan siswa).

Kepala SMPN 2 Tonjong, Ina Purnamasari, S.Pd., M.Pd. mengatakan para siswa merasa senang dengan kegiatan SRA ini. 

" Kegiatan belajar di luar kelas sangat menyenangkan bagi anak-anak karena SRA itu intinya siswa senang, guru tenang, orangtua bahagia, tidak ada kekerasan fisik, psikis, verbal, seksual. Mengajak anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan sekolah," katanya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, Urip Tanggoro, M.Pd yang berharap agar kegiatan ini dilaksanakan anual (tahunan) rutin setiap 1 november

"Kegiatan ini bisa meningkatkan otak kanan dan kiri, tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tapi juga seni dan budaya," ujar urip. (VSK)

Related Posts: