Kader Kesehatan 7 Desa Di Kecamatan Paguyangan Ikuti Pelatihan PMBA

Pelatihan PMBA Kec. Paguyangan

Paguyangan (suarapaguyangan.com) - Puskesmas Paguyangan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mengadakan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). pelatihan PMBA ini adalah strategi pemberian Makanan Bayi dan Anak sesuai standar emas yaitu Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif, MP-ASI dan ASI sampai dengan 2 tahun. PMBA itu salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak. 

Pelatihan ini diikuti oleh 7 desa di Kecamatan Paguyangan, yaitu desa Paguyangan, Taraban, Pagojengan, Kretek, Raga tunjung, Cilibur, dan Cipetung bertempat di Aula Puskesmas Paguyangan, senin, (29/10/2018) kemarin.

Pelatihan ini berjalan selama 3 hari, Hari Pertama diisi dengan teori mengenai ASI dan MP-ASI, acara dimulai dengan perkenalan, mengisi pohon kekhawatiran dan harapan, membuat kesepakatan dalam pelatihan, pretest, membuat anantomi payudara, latihan posisi menyusui yang baik, pentingnya ASI dan berbagai materi lainnya, Hari Kedua diisi dengan materi standar porsi dan tekstur MP ASI bagi bayi usia 6 bulan keatas dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan MP ASI, serta latihan memberikan konsultasi kepada warga, Hari Ketiga diisi dengan praktek secara langsung pada warga yang memiliki bayi dan balita.

Kepala Puskesmas Paguyangan, drg. H. Rojikin. SH. MM, mengatakan ada 3 gerakkan hidup sehat yang harus di jalani oleh masyarakat

, yakni hidup sehat harus menjaga pola makan yang sehat, berolahraga sehari selama 30 menit, perbanyak makan sayur dan buah, serta menjaga kebersihan diri.

Selain itu Pemberian ASI Eklusif harus tetap di berikan walaupun ibu kurang gizi, yaitu dengan memberikan makanan tambahan, pemberian vitamin A, tablet tambah darah dan tercukupi gizinya. 

Pangkal kesehatan dari bayi yang sehat adalah ASI Eklusif yang harus di berikan dari bayi usia 0-6 bulan tanpa di beri makanan tambahan apapun. 

Sementara salah satu Kader kesehatan Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Titi merasa senang mengikuti pelatihan ini, banyak ilmu yang di dapat selama pelatihan, kita bisa belajar langsung dan nantinya akan membantu dalam melakukan sosialisasi pada ibu hamil, ibu menyusui dan perempuan usia subur. (MD Editor BU)

Related Posts:

Integritas Pendataan Modal Utama Mendapatkan Data yang Valid

Kegiatan Bintek Forum Data- di Hotel Anggraeni Bumiayu

Bumiayu-(Suarapaguyangan.com) - Bimbingan teknik pengelolaan data bagi forum data Kabupaten Brebes pada hari kamis (25/10) di Hotel Anggraeni Bumiayu diikuti oleh bebetapa unsur dari 4 desa di Kecamatan Paguyangan. Sekretaris desa, Kaur perencanaan, bidan desa, operator SID, kader posyandu, kader PAUD, selapanan, jurnalis warga, relawan TIK dan beberapa bidang kerja yang ada di tingkat kecamatan. 

Bambang setiawan, Sp. Kasi Penguatan Jaringan Penanggulangan Kemiskinan dari Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa mengatakan, seluruh kegiatan di desa harus diawali dengan identifikasi di desa. Desa harus paham akan fungsi desa baik sebagai penyelenggara pemerintahan maupun dalam melaksanakan pembangunan desa.

" Forum data desa perlu di bentuk agar setiap tahun ada pemutakhiran data agar bisa dibuat perencanaan, pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian dan inter prestasi data," katanya.

Bambang juga berharap, peserta paham bentuk riil forum data itu seperti apa, tidak hanya mengetahui sistemnya saja agar bisa menularkan ke desa yang lain.

Arip Juliyanto, S.ST, M.si selaku Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes mengatakan, butuh petugas yang punya integritas, karena pendataan sangat penting untuk mendapatkan data yang valid.

"Untuk mendapatkan petugas data yang punya integritas, desa harus segera membentuk forum data desa dengan struktur yang sesuai dan memilih para kader yang bertanggung jawab. Data Desa yang sifatnya individu nantinya bisa didapatkan melalui sensus dari objek data baik dengan wawancara langsung maupun observasi yaitu petugas pendataan turun kelapangan langsung dari rumah ke rumah. Sementara untuk data agregat desa bisa juga didapatkan dari observasi lapangan maupun dokumen resmi atau literatur lainnya. Setelah itu, data yg didapatkan harus segera dilakukan validasi mulai dari tingkat Desa, di sinilah peran forum data desa juga menjadi sangat penting sehingga data yang dihasilkan bisa valid," katanya. (VSK)

Related Posts:

Forum Data Desa, Konsep Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan Bintek Forum Data Desa- Hotel Anggraeni Bumiayu

Bumiayu-(suarapaguyangan.com)-4 dari 12 desa di Kecamatan Paguyangan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan tekhnis tentang pengelolaan data bagi forum data desa.
Kegiatan yang rencananya diadakan selama dua hari tersebut, bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan kepada forum data, agar nantinya setiap forum data desa mampu menyediakan data yang mandiri untuk desa masing masing sehingga, ketika menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES) sudah berbasis data dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Eko Purwanto, selaku Sekretaris Camat Paguyangan pada saat pembukaan acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Data Bagi Forum Data Kabupaten Brebes di Hotel Anggraeni, Kamis (25/10).

Eko Purwanto menambahkan, seluruh kegiatan perencanaan desa tak lepas dari identifikasi masalah yang harus diketahui penyebabnya dan harus ditemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

"Pada dasarnya, seluruh kegiatan perencanaan di desa itu selalu diawali dengan identifikasi masalah. Contoh dalam bidang pendidikan, disuatu pedukuhan ternyata ditemukan banyak anak yang tidak sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata anak anak tersebut tidak sekolah karena banyak faktor, misalnya akses jalan menuju ke sekolah jauh, ketiadaan biaya, atau mungkin karena penyebab lain,"

Masih menurut Eko, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, BAB di sungai,.dari situlah kita bisa menemukan penyebabnya, dan harus di temukan solusinya bagaimana, itulah yang nantinya menjadi salah satu tugas forum data.

Eko berharap, kegiatan yang dilakukan oleh 4 desa, diantaranya Paguyangan, Cipetung, Wanatirta, dan Kedungoleng ini akan menghasilkan forum forum data desa yang mampu mengelola data yang mandiri bukan hanya untuk desanya sendiri, tetapi juga untuk desa desa lain di Kecamatan Paguyangan.

"4 desa dikecamatan paguyangan, serta tim selapanan dan Jurnalis Warga yang mengikuti bintek ini diharapkan mampu mengimplementasikan hasil bintek hari ini dan mampu menjadi contoh bagi 8 desa lainnya," pungkasnya.(NK)

Related Posts:

Forum data desa sebagai akurasi SID

Kegiatan Bintek Forum Data Desa di Hotel Anggraeni Bumiayu

Bumiayu-(suarapaguyangan.com)-Bintek forum data desa diadakan oleh KOMPAK selama dua hari pada 25 - 26 Oktober di hotel Anggraeni Bumiayu, bertujuan untuk meningkatkan pendataan desa guna memenuhi kebutuhan sistem informasi desa ( SID ). 

Melanjutkan pertemuan yang kedua ini, Himawan perwakilan dari kompak menjelaskan pentingnya data desa adalah sebagai dasar perencanaan kebutuhan desa dan perencanaan keputusan rencana kegiatan pembangunan desa atau RKPDES.

" data itu sangat penting karena dengan data maka kekurangan kebutuhan desa bisa diketahui sehingga perencanaan dalam RKPDES bisa tepat sasaran, "Kata Himawan. (26/10).

Himawan juga mengatakan, ada dua jenis data yang diperlukan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.
" Ada dua jenis data yaitu data kuantitatif yang berisi angka dan juga ada data kualitatif yang berdasarkan kebutuhan desa seperti data pendidikan, data kesehatan, dan lainnya, "imbuhnya.

Selain itu, disampaikan juga oleh Bayu Setiawan, S.kom perwakilan dari badan pembangunan, penelitian dan pengembangan daerah kabupaten Brebes ( BAPERLITBANGDA ) 
perlu adanya integrasi antara sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat ( SIPBM ) dengan sistem perencanaan pembangunan desa ( SPP DES ). 

" Dalam hal ini, integrasi antara SIPBM dengan SPPDES itu membantu pelaksanaan peran dan fungsi kelembagaan desa, "Pungkasnya.(WD)

Related Posts:

Periksa Kehamilan Itu Penting Untuk Kesehatan Bumil dan Jabang Bayi

Kegiatan Posyandu Sari Asih Desa Cipetung Kecamatan Paguyangan

Cipetung(suarapaguyangan.com)-Perempuan yang sedang hamil harus waspada dan harus tahu bagaimana tanda-tanda tentang kehamilan terutama jika terjadi pendarahan, muntah muntah yang berlebihan, atau perempuan yang kekurangan darah. Mereka harus segera berkonsultasi ke bidan terdekat agar bisa terditeksi sedini mungkin demi kesehatan ibu dan jabang bayi.


Disampaikan oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Paguyangan Desya Ms pada acara posyandu rutin di Aula Balaidesa Desa Cipetung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (10/10) kemarin.

Lanjut Desya, semua Kader posyandu harus memantau sasaran terutama ibu hamil dan baduta, balita untuk memastikan kehadiran 100persen, sehingga bisa memantau kesehatan warganya.

Sementara itu, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Muamar Husni mengatakan, rugi jika sasaran posyandu tidak datang ke posyandu. 

" Tumbuh kembang anak dan bumil bisa terdeteksi dengan baik lewat KMS, setiap penerima PKH pun wajib datang ke posyandu untuk deteksi tumbuh kembang baik itu psikis maupun motoriknya," katanya.

Salah satu warga Karinah (35) merasa senang ke posyandu.

" Saya senang datang ke posyandu selain bisa bertemu dengan tetangga  juga bisa memeriksakan kehamilan, apalagi kehamilan yang ke tiga yang membuat saya ingin mengetahui perkembangannya tiap bulan , makanya saya rutin datang ke posyandu," tandasnya. (SH editor  LA)

Related Posts: