Mahasiswa dan Dosen S2 Komunikasi Unsoed Belajar ke JW Paguyangan

Dosen dan Mahasiswa S2 Unsoed saat bertemu JW Paguyangan

Paguyangan (suara paguyangan.com) Sedikitnya 8 orang yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen Pasca Sarjana Jurusan Komunikasi dari kampus Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto belajar tentang Jurnalis Warga (JW) di JW Kecamatan Paguyangan, Sabtu (28/4). 

Bertempat dirumah makan Rai Raka Paguyangan 4 JW dari Kecamatan Paguyangan yang diwakili oleh Lidya Alfi dari Desa Wanatirta, Suharti dari Desa Cipetung, Nurkhasanah dari Desa Kedungoleng dan Mardiyanah dari Desa Pagojengan bertemu langsung dengan ke 8 orang dari Unsoed.

Menurut DR. Edy Santoso selaku dosen pasca sarjana Ilmu Komunikasi Unsoed kedatangannya bersama mahasiswanya ini, ingin bertemu langsung dengan para JW yang aktif menulis di website www.suarapaguyangan.com

" Sebelumnya kami bertemu dengan Bahrul Ulum penggagas JW di Kabupaten Brebes yang kemudian JWnya mendapatkan kepercayaan membantu Program Pengembangan Media Nusantara (PPMN)  untuk membentuk JW di Kecamatan Paguyangan sebagai Kecamatan Intervensi mereka, Kemudian kami juga bertemu dengan para Koordinator JW yang menunjukkan kami website suarapaguyangan.com, kami lihat dan kami tertarik dengan JW ini, makanya kami ingin bertemu langsung," tuturnya.

Masih menurut Edi, pihaknya akan mengadakan literasi media yang salah satunya mengenai jurnalis warga.
" Kami ingin mengenal dan menimba pengalaman dari JW Kecamatan Paguyangan, untuk memperkaya komunikasi dalam kampus serta mengaplikasi JW ke daerah yang lain, karena dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan pelatihan jurnalistik untuk masyarakat di daerah kami," katanya.

Mardianah salah satu perwakilan JW dari Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan merasa senang bisa bertemu dan berbagi ilmu dengan dosen dan mahasiswa dari Unsoed.
" Saya tidak menyangka ikut JW bisa bertemu dengan dosen dan mahasiswa dari Unsoed, dan mereka belajar ke kami tentang JW, padahal saya hanya ibu rumah tangga yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, ini sesuatu yang berharga buat saya dan tentunya menambah ilmu serta menambah teman," pungkasnya. (MD/AA)

Related Posts:

Bupati Brebes - Kader Kesehatan Bahas Stunting

Foto Bupati Brebes Idza Priyanti SE, MH saat memberi sambutan - Foto Mardiana
F

Paguyangan(suarapaguyangan.com)- ratusan kader kesehatan kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes menghadiri temu kader bersama Bupati Brebes di gedung Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Paguyangan dengan tema " Cegah Stunting itu Penting " selasa (24/4).

IDZA PRIYANTI SE. MH, bupati brebes mengemukakan, stunting atau kekerdilan atau anak yg kurang bagus pertumbuhannya sehingga tumbuh kecil dan kerdil harus di pantau perkembangannya.

"tugas kader kesehatan untuk membantu memantau perkembangan pertumbuhan anak-anak di wilayah masing- masing sangatlah penting," ungkapnya.

Idza juga menambahkan, tugas kader kesehatan untuk memantau keberadaan ibu hamil resiko tinggi dari mulai hamil sampai dengan melahirkan selama 45 hari ke depan dan perlunya pemberian tablet penambah darah, untuk menjaga stamina ibu hamil tersebut dan air susu yg akan di berikan untuk bayinya, "tambahnya".

Suyati(43)kader kesehatan dari Pagojengan merasa senang dengan perhatian dari Bupati Brebes, dengan perhatian ini mudah- mudahan kami selaku kader kesehatan  bisa melaksanakan tugas dengan baik. "ungkapnya. (MD).

Related Posts:

Irigasi Desa Pagojengan Mendapatkan Rp 195 juta Dari BBWS Juana

Acara sosialisasi di Balaidesa Pagojengan

Pagojengan(suarapaguyangan.com) - Dikarenakan banyak desa yg belum memiliki pertanian dengan irigasi yang terjangkau dan masih terisolir, maka Kementerian pekerjaan umum melalui balai wilayah pemali juana, menganggarkan dana 195 juta rupiah untuk irigasi nangka, kepada kelompok petani Dewi Shinta di Dukuh waru timur,Desa Pagojengan kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Kamis (12/4/2018).
Kiswo selaku ketua kelompok petani Dewi Shinta mengatakan, program pertanian adalah program yg paling penting untuk kemajuan bangsa dan negara. " mengingat segala hal yg menyangkut aktivitas masyarakat itu tergantung dari asupan yg dimakannya, dengan asupan yg sehat seseorang akan bisa berfikir dengan baik, dan juga untuk kesehatannya, "tandasnya.

Kiswo juga menambahkan, untuk pengajuan proporsal petani, syaratnya kelompok petani tersebut harus mempunyai sertifikat yang berbadan hukum. "kelompok petani "Dewi Shinta" sudah memiliki sertifikat yg berbadan hukum, sehingga mudah untuk direalisasikan pengajuannya, " tambahnya. 

Salista mami, selaku pendamping masyarakat mengatakan dana yg dikucurkan berasal dari APBN tahun 2018. " dana akan langsung di cairkan ke rekening kelompok petani, dengan 2 tahap pencairan, yaitu setelah pengajuan sudah di tanda tangani sebesar 70%, dan setelah pengerjaan fisiknya hanya tinggal separuhnya sebesar 30 %, " ungkapnya.(MD/BU)

Related Posts:

Hari Anak Nasional Kecamatan Paguyangan Hadirkan Abid Salman

Foto apid di HAN Kec. Paguyangan


Pagojengan-(suarapaguyangan.com)-21 lembaga dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Paguyangan pada hari Kamis (12/4), menggelar acara perayaan Hari Anak Nasional (HAN) bertempat di Kelompok Bermain Al-Ikhlas Desa Pagojengan.

Sarmian, Kepala UPTD Kecamatan Paguyangan berharap adanya kegiatan HAN yang sudah menjadi program Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) setiap tahunnya, akan melahirkan generasi generasi yang kreatif dan  berbakat.

"Tanggung jawab anak adalah tanggung jawab kita semua, para pendidik dan terutama orangtua.dampingilah anak dan dukunglah ia dalam menjalani masa masa emasnya, agar terbentuk pribadi yang ceria, semangat dalam berkarya, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan",  ujarnya.

Endang Herowati, S.Pd selaku Ketua Himpaudi menambahkan, inti dari kegiatan HAN adalah meningkatkan kemandirian anak dengan diikutsertakannya anak anak dalam perlombaan, dari tingkat lembaga sampai tingkat Kabupaten.

Yang menarik dari perayaan HAN kali ini adalah dihadirkannya peserta didik dari Kelurahan Kedungoleng, yakni Abid Salman (5).ia adalah satu satunya peserta didik yang mengalami gangguan pada kedua tangannya, sehingga dalam kegiatannya sehari hari, kedua kakinya yang selalu aktif, termasuk makan dan menulis, karena kedua tangannya tidak bisa berfungsi.namun ia selalu percaya diri, selalu ingin sekolah, bermain dan belajar seperti anak anak lainnya.

Sebagai wujud perhatian sekaligus dukungan atas perjuangan Abid, panitia pelaksana HAN memberikan bantuan alat alat sekolah, seperti tas, buku, dan pensil.Pengunjungpun, baik dari kalangan pendidikan maupun wali murid merasa terharu dan simpatik terhadap Abid.kita pantas bersyukur, sekarang ini keberadaan Abid lebih diperhatikan oleh orang lain.(Nk)

Related Posts: