PPKH Paguyangan Galang Dana

Penggalangan dana - foto Lidia

PAGUYANGAN (suarapaguyangan.com)- Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes melakukan penggalangan dana ke setiap instansi dan masyarakat yang berada di lingkungan Kantor PPKH untuk Korban bencana di Kabupaten Brebes, Jumat (23/2).

Koordinator PPKH Kecamatan Paguyangan Akmari mengatakan, penggalangan dana ini untuk melatih pendamping PKH untuk peduli terhadap musibah yang terjadi. Selain itu untuk mengajak masyarakat berempati kepada saudaranya yang tertimpa musibah. Kepedulian ini sangat dibutuhkan mengingat banyak masyarakat Brebes yang tertimpa musibah.

"Sedikit bantuan untuk mereka yang tertimpa bencana dan untuk meringankan beban penderitaan keluarga minimal tercukupi kebutuhan pokok selama situasi darurat bencana," katanya.

Akmari menambahkan, dana yang terhimpun akan dibelikan paket bahan pangan untuk korban bencana. Dari penggalangan ini terkumpul dana hampir Rp 2 juta. Dana itu akan dibelikan paket bahan pangan yang dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terkena dampak bencana banjir dan longsor.

Masih menurut akmari, keberadaan pendamping PKH di tengah masyarakat akan lebih dirasakan jika mampu berkreatif, memiliki rasa empati, kepedulian dan terlibat langsung di masyarakat. Sehingga dalam menjalankan program Kementerian Sosial ini pendamping PKH bisa merasakan kesulitan warga prasejahtera.

Salah seorang pendamping PKH Hikmawati mengatakan, dengan keterlibatannya dalam penggalangan dana untuk korban bencana ini dirinya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Mereka rela meninggalkan rumah untuk mengungsi demi menyelamatkan diri dan tidak memikirkan apa yang telah ditinggalkan di rumahnya.

"Terlibat dalam penggalangan dana ini saya bisa merasakan bagaimana sulitnya keadaan saat ditimpa bencana. Bantuan ini bisa sedikit bermanfaat dan banyak orang tergerak hatinya agar bisa membantu sesama dan terima kasih kepada instasi yang berada di kecamatan yang telah menyumbangkan sedikit rezekinya untuk korban bencana di Kabupaten Brebes," tandasnya.(LA/fid)

Related Posts:

Serah Terima 137 Akte Kelahiran dari Kadindukcapil ke Kecamatan

Penyerahan Akta Kelahiran 3 Desa Di Kecamatan Paguyangan dari Kadisdukcapil ke Camat Paguyangan - Foto Nurkhasanah

Paguyangan-(suarapaguyangan.com)-137 Akte Kelahiran yang sudah selesai diproses, diserahkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ka dindukcapil) Kabupaten Brebes , Drs. Asmuni, M.Si kepada Akhmad Hermanto, S.IP Camat Paguyangan di Aula KUA Kecamatan Paguyangan, Rabu (21/2).

Asmuni berharap kepada semua warga, terutama tim selapanan sebagai ujung tombak langsung ke warga, agar setiap warga yang belum memiliki akte kelahiran bisa segera memilikinya, dengan melengkapi persyaratan permohonan Akte kelahiran.

"Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) no 116 mengenai pelayanan adminduk, dalam rangka percepatan akte kelahiran, ada beberapa perubahan, diantaranya pembuatan akte kelahiran usia 0-18 tahun tidak dipungut biaya, dipercepat pelayanannya dan dipermudah persyaratannya," terangnya.

"Kami berterimakasih kepada tim forum masyarakat sipil (formasi), juga kompak yang telah mendorong kami untuk melaksanakan percepatan akte kelahiran, karena peningkatan tersebut mencapai 83,39 %, itu sudah luar biasa, dan itu sudah menunjukan komitmen atau bukti dukcapil terhadap pelayanan dasar," imbuhnya.

Nurhakim, fasilitator desa Kedungoleng berharap tim selapanan dapat merevisi kembali data permohonan akte yang terpaksa dikembalikan karena kurang persyaratan.

"137 akte kelahiran yang sudah jadi tersebut mencakup 3 desa percontohan.untuk berkas berkas yang terpaksa dikembalikan  karena kurang persyaratan, tugas tim selapanan yang nantinya merevisi, melengkapi data data yang belum lengkap agar nantinya dapat diajukan kembali," pungkasnya.(NK)

Related Posts:

Musyawarah Dusun Dalam Rangka Percepatan Akta Kelahiran

Acara Musdus Desa Kedungoleng

Kedungoleng-(suarapaguyangan.com)-Sekitar 20 Warga terdiri dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mengadakan acara Musyawarah Dusun (Musdus) di rumah Nurkhasanah (41)di Dukuh Dawuhan, Kelurahan Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Selasa (20/2). Acara musdus juga dihadiri oleh beberapa perempuan, wakil dari selapanan.

Nurhakim, selaku fasilitator desa Kedungoleng mengatakan, acara ini bertujuan untuk percepatan akte kelahiran untuk anak usia 0-18 tahun.

"Tujuan kegiatan ini agar tokoh masyarakat bersama tim selapanan berkoordinasi dengan warga, mendata anak anak usia 0-18 tahun yang belum mempunyai akte kelahiran, agar segera mempunyai akte kelahiran secara gratis," tegas Nurhakim.

Masih menurut Nurhakim, Data yang sudah terkumpul, nantinya akan di bawa ke desa dalam Musyawarah Desa (Musdes), dan akan segera ditindaklanjuti oleh tim selapanan guna melengkapi persyaratan lainnya, diantaranya pengisian formulir permohonan akte, menyertakan fotokopi KTP 2 orang saksi, dan mengisi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), baik untuk perkawinan maupun kelahiran," tuturnya.

Mustaim (47), ketua RT 03 RW 04 Dukuh Cilancing-Kedungoleng merasa senang karena dilibatkan dalam kegiatan musdus.

"Kami sangat senang dengan adanya musdus ini, karena merasa dilibatkan dalam kegiatan desa.Mengenai data anak anak yang belum mempunyai akte kelahiran, kami siap membantu selapanan, mudah mudahan, anak anak desa Kedungoleng nantinya bisa mempunyai akte semua," harap Musta'im.(NK)

Related Posts:

Sukseskan Program Kompak, Warga Cipetung Gelar Musdus


Suasana musdus Desa Cipetung

Cipetung(suarapaguyangan.com)- Kelompok selapanan dan Pemerintah Desa Cipetung mengadakan Musyawarah Dusun (Musdus) selama dua hari secara bergantian  (18-19/2/2018) di rumah Suharti dan Aceng warga Cipetung.

Acara di hadiri Pemerintah Desa(Pemdes) Desa Cipetung ,ketua Rt Rw ,Kadus Cipetung,Kelompok Selapanan Dan Beberapa Masyarakat  Desa Cipetung

Sekdes Cipetung Hery Purwanto mengatakan, untuk  masyarakat harus benar benar memanfaatkan sebaik baik mungkin Program KOMPAK, tentang adanya percepatan akta kelahiran 0-18 tahun, Karena Sangat Membantu Pemerintah Desa.


" Bagi semua warga masyarakat apabila membutuhkan persyaratan pembuatan akta kelahiran datang saja ke kantor desa di layani secara gratis,dan bagi masyarakat yang tidak punya surat kelahiran bisa menggunakan Surat Pertanggung Jawaban Mutlak ( SPTJM) kelahiran dan bagi pasangan suami Istri yang tidak punya surat nikah bisa menggunakan Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) suami Istri," Imbuhnya

Suyatno selaku ketua selapanan mengatakan, kita selaku TIM selapanan harusnya benar benar Kerja Keras dan kerja sama untuk menuntaskan akta kelahiran 0-18 Th.

"Kita harus bersyukur dengan adanya program KOMPAK, karena sangat membantu masyarakat Kurang Mampu," katanya.(SH)

Related Posts:

Pelatihan Kepemilikan Adminduk Kecamatan Paguyangan

Pelatihan Pendataan PS2H di Hotel Anggraeni


Bumiayu(suarapaguyangan.com)-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dindukcapil) Kabupaten Brebes menggelar acara Pelatihan Pendataan Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Anggraeni Bumiayu, Rabu(15/2).

Arifin menambahkan, Dindukcapil sudah menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) pernikahan sebagai kebenaran bahwa mereka adalah pasangan suami istri, bagi yang tidak mempunyai Surat Nikah, dan juga Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) kelahiran, sebagai bukti kelahiran seorang anak. Semua itu bertujuan agar anak anak yang lahir tidak memiliki akte kelahiran, agar secepetnya bisa mendapatkan hak haknya sebagai seorang anak," tambahanya.

Sementara itu Nurkasanah (41) tim Selapanan dari Desa Kedungoleng, pihaknya sudah konfirmasi dengan pihak Dukcapil.

"Saya sudah konfirmasi dengan pak Arifin selaku Kasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian Dindukcapil Kabupaten Brebes, Beliau menyampaikan 190 berkas pemohon Akte Kelahiran sudah ada di Brebes, dan akan segera diproses, beliau mengatakan mudah mudahan dalam waktu sebulan akte tersebut sudah selesai diproses, begitu kata pak Arifin, semoga bisa tepat waktu," harap Nurkhasanah.

Nurkhasanah menambahkan, pihaknya akan merasa senang, apabila dalam sebulan ini, akte tersebut benar benar sudah diproses.

"Kami, mewakili Selapanan sangat berharap apa yang dijanjikan pihak dukcapil benar benar dilaksanakan.Kami merasa sudah berbuat kebaikan terhadap sesama, dimana akte yang selama ini mereka dambakan sudah dimiliki," tambahnya.(SH)

Related Posts:

Tiga Desa di Kecamatan Paguyangan Tuntaskan Capaian Adminduk


Acara Pelatihan Pendataan PS2H 3 desa Pilot Project kecamatan Paguyangan



Bumiayu(suarapaguyangan.com)-  Pendataan penduduk tanpa akte kelahiran yang dilakukan oleh masyarakat guna untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di Desa. Masyarakat perlu memahami bagaimana pentingnya akte kelahiran bagi anak. Akte kelahiran merupakan dokumen sah kependudukan pertama yang dimiliki oleh anak dan secara administratif berguna sampai kapanpun untuk masa depan anak.

Disampaikan Ibnu Hiban selaku Manager program Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan (PS2H LPPSP) Semarang dalam acara Pelatihan Pendataan Pencataan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) Berbasis Kemiskinan Desa di Hotel Anggraeni Bumiayu, Rabu(14/2)

Ibnu juga menambahkan, masyarakat yang terlibat dalam pendataan ini nantinya dapat memahami bagaimana permasalahan yang terjadi dimasyarakat berkaitan dengan akte kelahiran. 

"Masyarakat yang belum memiliki akte kelahiran terutama anak, mempunyai masalah yang cukup komplek,  Mulai dari tidak ada biaya, lokasi yang jauh, tidak tahu caranya. Belum lagi persoalan teknis persyaratan dan kondisi sosial dimasyarakat, seprti orang tua tidak memiliki buku nikah, pernikahan orang tua yang belum dicatatkan secara undang-undang, anak angkat, anak difabel dan permasalahan lainnya yang membuat masyarakat enggan untuk mengurus akte kelahiran," tambahnya.

Masih menurut ibnu, hasil pendataan nantinya menjadi dokumen bagi pemerintah desa dalam membuat kebijakan dan perencanaan desa yang mendorong pada percepatan pemenuhan hak anak atas akte kelahiran. Proses pendataan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat di tiga desa pilot KOMPAK yaitu Desa Cipetung, Kedungoleng, dan Wanatirta merupakan upaya pencapaian desa tuntas adminduk terutama untuk akte kelahiran. Hal ini merupakan bagian dari upaya percepatan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Brebes atas lahirnya Perbup Brebes No. 116 Tahun 2017 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran dan Akta Kematian. 

Trismiyati ketua kelompok selapanan Dukuh Kalibuntu Desa Wanatirta mengaku senang terlibat dalam pendataan.

"Saya senang sekali bisa terlibat dalam pendataan akte ini, saya bisa mengetahui berapa banyak warga kurang mampu yang anaknya belum punya akta kelahiran dan membantu membuatkan akta nantinya," ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut kelompok selapanan tiga desa pilot project Cipetung, Wanatirta, Kedungoleng, perwakilan Pemerintah desa, BPD, Kpmd, Kasi Kelahiran dan Kematian Drs. Arifin, LPPSP, Operator Desa . (LA)

Related Posts:

Potret Partisipasi Masyarakat Dalam Wajib Belajar 12 Tahun

Diskusi Multistskeholder Pendidikan- foto Lidia


Paguyangan-(suarapaguyangan.com)-Masalah pendidikan, adalah masalah yang tak kalah penting, disamping masalah kesehatan, ekonomi, maupun lainnya yang perlu mendapat penyelesaian demi keberlangsungan hidup yang lebih baik.Untuk itu, perlu adanya kerjasama yang baik, antara pihak pihak yang terkait, demi tercapainya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya dan berhasil guna, demikian disampaikan oleh Naksud, S.Pd.I Mpd, Perwakilan dari Kepala UPTD, Kecamatan Paguyangan, Selasa(13/2) , dalam Diskusi Multistakeholders, di Aula Kecamatan Paguyangan.

"Belajar adalah wajib, dengan tujuan untuk mencapai kecakapan hidup maupun kecakapan personal.Adanya program Wajib Belajar 12 tahun, artinya setiap anak wajib menempuh pendidikan mulai dari Taman Kanak kanak (TK) hingga ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Dengan belajar kita jadi tahu, dan dengan belajar kita jadi punya pengalaman, wawasan, sekaligus akhlak yang lebih baik, karena itu, janganlah kita takut atau malas untuk belajar, karena sekarang ini, Wajib Belajar adalah 12 tahun, sehingga semua anak diwajibkan menempuh pendidikan minimal sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)," tandas Naksud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sarip, salah satu guru SMA N 1 Paguyangan, demi mewujudkan Wajib Belajar 12 tahun tersebut, pihaknya telah memberikan keringanan kepada siswa untuk dibebaskan dari biaya biaya sekolah,mulai dari 25% hingga 75%, tergantung dari tingkat kemampuan orang tua siswa.

"Kami tidak pernah memberikan peraturan bahwa yang sekolah di SMA N 1 Paguyangan harus orang orang yang mampu, anak anak yang orang tuanya tidak mampu pun kami terima, bahkan mereka dibebaskan dari biaya biaya sekolah, tergantung dari tingkat kemiskinannya, dengan tujuan agar mereka mau bersekolah," ungkap Sarip.

Herry Agus, selaku pembimbing diskusi berharap akan ada tindak lanjut dari diskusi tersebut.

"Saya berharap, diskusi ini tidak berhenti sampai disini, melainkan ada kesinambungan, karena hakikatnya setiap penyedia layanan, baik kesehatan maupun pendidikan adalah melayani pengguna layanan, sehingga perlu adanya komunikasi yang rutin dan terus menerus, demi tercapainya kehidupan yang lebih baik, terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) .yang berdaya dan berhasil guna," harap Agus.(NK)

Related Posts:

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Warga Dilibatkan

Diskusi Multistakeholder Kesehatan Kecamatan Paguyangan -foto Lidia

Paguyangan(suarapaguyangan.com)-Aspirasi warga di desa sangat penting  dalam menyampaikan isu kesehatan, agar pelayanan  kesehatan dapat terpecahkan dengan baik. Hal itu dikatakan Camat Paguyangan Akhmad Hermanto di aula Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, pada pertemuan kesehatan. Senin (12/2/2018).

“Warga menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah kesehatan di lingkungannya. Karena masalah kesehatan bukan saja tanggung jawab puskesmas atau camat, melainkan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Hermanto menambahkan, tiga pelayanan dasar yang meliputi pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan (adminduk) perlu ditingkatkan. Hal itu demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di bidang kesehatan karena Kecamatan Paguyangan masih menduduki renking 10 di Kabupaten Brebes.

“IPM tolak ukurnya adalah pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Karena berperan sangat penting untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Paguyangan Drg Rozikin mengungkapkan, setiap warga diharapkan lebih memperhatikan kesehatannya. Warga diminta untuk cek gula darah, kolesterol, asam urat.  Untuk stik alat pengecekan, masyarakat harus membeli sendiri karena di Puskesmas Winduaji persediaan masih terbatas.

Ia menjelaskan, saat ini ada hambatan untuk transportasi karena akses yang menghubungkan tiga desa seperti Desa  Digobang, Cibeler dan Kedawung, untuk menuju ke puskesmas cukup jauh. Bahkan, pernah ada orang melahirkan di jalan karena jalan puskesmas yang terlau jauh.

"Warga harus rajin untuk memeriksa kesehatan agar perkembangan fisiknya terdeteksi lebih dini, jika sakit segera ke layanan kesehatan terdekat," tandas rozikin.

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Kepala Puskesmas Winduaji, Kapolsek Paguyangan, Danramil Paguyangan,Bidan Desa Wanatirta, Kades Kedung Oleng, Kades Cipetung, Kasi Pemerintahan Kecamatan, Pengurus Fatayat NU Paguyangan,dan 3 orang perwakilan kelompok selapanan 3 desa, Perwakilan Kader Posyandu 3 Desa.(SH/Eko Fidiyanto)

Related Posts:

Puluhan Balita Dukuh Glempang Pagojengan Dapat Vitamin A

Pemberian vitamin A- foto Mardiyana




Pagojengan (suarapaguyangan.com)- Bulan Februari dan Agustus ditetapkan sebagai bulan pemberian vitamin A, sebanyah  91 anak balita langsung diberikan vitamin A di salah satu rumah kader Ibu Sutirah, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jumat (9/2).

Herni, Amd.Keb selaku bidan Desa Pagojengan mengatakan vitamin A sangat dinperlukan untuk kesehatan mata

"Bila seorang anak memperoleh vitamin A maka akan memperoleh kekebalan pada matanya, sehingga penglihatannya semakin baik hingga dewasa," katanya.

Herni juga menambahkan pemberian vitamin A hanya dua kali dalam setahun, diharapkan meningkatnya kesadaran masyarakat terutama yang mempunyai anak balita agar datang ke posyandu

Turyati (45)salah satu warga Dukuh Glempang RT 07 RW 02 mengaku senang bisa memperoleh vitamin A untuk anaknya

" saya merasa senang dengan pemberian vitamin A ini, sehingga saya tidak merasa khawatir tentang kesehatan mata anak saya, dan mudah mudahan 6 bulan yg akan datang, kami bisa memperoleh obat cacing secara gratis juga, "ungkapnya. (MD)

Related Posts:

Tim Selapanan Menjadi Fasilitator Monitoring Standard Layanan Dasar

Monitoring Pelayanan Dasar di Desa Wanatirta - Foto Nurkhasanah


Wanatirta (suarapaguyangan.com) - Direktur Forum Masyarakat Sipil (Formasi)  Yusuf Murtiono menugaskan kepada Tim selapanan untuk menjadi fasilitator monitoring pelayanan dasar, yakni menanyakan kepada pengguna dan penyedia layanan dasar apakah layanan yang sudah dilakukan itu sudah memenuhi  standar  layanan dasar. 

Yusuf menambahkan, melalui tim ini diharapkan warga mampu dan mau serta memahami bahwa layanan yang diberikan memiliki standar yang ditentukan, jika ada yang kurang maka segera dibenahi agar setiap layanan dasar yang diberikan bisa memuaskan semua pihak. 
Demikian disampaikan pada pertemuan monitoring stanfar untuk pendidika di Desa Kedungoleng, kemarin (30/1/2018). 

" Ada 3 Layanan Dasar, yaitu Pendidikan, Kesehatan, dan Adminduk perlu ada kerjasama yang baik antara pengguna layanan dan penyedia layanan baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun adminduk," tambah yusuf. 

Nantinya tim selapanan akan melihat kekurangan yang ada di setiap pos akan dicari penyebabnya, akibatnya bagaimana, kemudian akan ditemukan rekomendasi dari masalah tersebut. 

Salah satu tim selapanan dari Wanatirta, Desilia (37) merasa senang sekaligus merasa adanya tantangan dalam kegiatan Monitoring Standar.

" Pihaknya merasa senang karena bisa ikut andil dalam permasalahan yang biasanya dikeluhkan oleh pengguna layanan, tapi juga sekaligus suatu tantangan untuknya, karena yang dihadapi bukan hanya pengguna, misalnya siswa atau peserta posyandu, tetapi juga penyedia layanan, misal Kepala Sekolah, Dokter, maupun Kepala Puskesmas, sehingga tim merasa tertantang untuk bisa membawakan peran saya sebagai Fasilitator dengan sebaik baiknya," harap Desilia.(NK)

Related Posts:

Ratusan Peserta Ikuti Musrengbang Kecamatan Paguyangan

Suasana Musrengbang Kecamatan Paguyangan- Foto  MD

Pagojengan (suarapaguyangan.com)- Kecamatan Paguyangan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan di aula Kecamatan Paguyangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan,Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPERLITBANGDA) no 050/0189/2018 tanggal 23 Januari 2018.  Selasa (6/2/2018). 

Hadir pada acara tersebut, Anggota DPRD Kab Brebes Dapil II, Danramil Paguyangan, Kapolsek Paguyangan, Kepala Puskesmas Paguyangan, Kepala BPP Pertanian Paguyangan, Kepala UPT BKBPP Paguyangan, UPK Paguyangan, Kepala UPT Pendidikan Paguyangan, Kepala UPTKA Pengairan Paguyangan, Ketua TP PKK Paguyangan, Seluruh KA. SMP/SMA/SMK Kecamatan Paguyangan, seluruh Kepala Desa Kecamatan Paguyangan, tokoh masyarakat, Dan perwakilan dari Radio Singosari Paguyangan serta wartawan. 

Camat Paguyangan Ahmad Hermanto mengatakan,  Musrenbangcam rutin di laksanakan setiap tahun, dimana kita bisa menyepakati bersama seputar usulan program kegiatan yg akan di lanjutkan pada musrenbang Kabupaten. 

" Musrenbang kali ini membahas tentang 10 daftar usulan kegiatan prioritas kecamatan tahun 2019, yg mencakup hal-hal sentral di Kecamatan Paguyangan, seperti Peningkatan jalan di beberapa Desa diantaranya Desa kretek, kaligua dan pandan sari merupakan prioritas utama, masuk dalam program ataupun kegiatan bantuan sarana dan prasarana atau keuangan yg berlokasi di kec Paguyangan dengan target atau volume 1 paket/20 km.. Dengan anggaran Rp 20 milyar," terangnya. 

Untuk jalur penyelamat pada titik rawan kecelakaan fly over  Kretek itu masuk pada prioritas ke 4, karena memang dibutuhkan jalur penyelamat untuk menghindari kecelakaan di sebabkan rem yg  blong. 

Salah satu perwakilan desa pagojengan Rahmat, merasa senang bisa mengikuti  acara musrenbang kecamatan ini. 

" Pihaknya merasa senang bisa hadir dalam acara musrenbang kecamatan, karena dengan itu saya mengetahui apa saja 10 usulan kegiatan prioritas kecamatan tahun 2019 ke Kabupaten, dan itu sudah di sepakati bersama, " pungkasnya. (MD)

Related Posts:

Ribuan Warga Wanatirta Ajukan Permohonan Sertipikat PTSL



Susana Sosialisasi PTSL di Desa Wanatirta - Foto Lidia

Wanatirta(suarapaguyangan.com)- Pemohon sertipikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Wanatirta Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes membludak.

Dalam waktu sebulan sejak dibukanya pendaftaran ini jumlahnya sudah mencapai 945 pemohon. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai ribuan, mengingat warga sangat antusias menyambut program ini.

" Program PTSL ini sangat membantu warga kurang mampu yang ingin mempunyai sertifikat tanah.  Biaya administrasi Rp. 150 ribu yang di bebankan kepada pemohon," ujar Kepala Desa Wanatirta dalam sambutannya saat acara  Penyuluhan Sertipikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional di Balaidesa Wanatirta, Kamis(1/2)

Edy Sumarsono, A.Ptnh ketua program PTSL Kabupaten Brebes, mengatakan program ini untuk mensertipikatkan tanah yang belum bersertifikat. Program PTSL ini adalah program nasional. Untuk kabupaten Brebes sendiri untuk target tahun 2018 harus melahirkan 45 ribu sertipikat tanah yang belum bersertipikat.

Menurut Edi  pemohon harus memenuhi syarat syarat antara lain fotocopi Kartu Tanda Penduduk(KTP), Fotocopi Kartu Keluarga(KK)terbaru, fotocopi atau asli SPPT PBB terbaru, harus ada dasar perolehan, fotokopi leter C.

Nasib warga RT 15 RW 03 desa Wanatirta mengaku sangat di bantu dengan adanya program PTSL

" Saya terbantu sekali dengan adanya program PTSL ini karena saya bisa membuat sertipikat dengan biaya murah, apalagi saya hanya seorang buruh tani," ungkapnya.(LA)

Related Posts:

Jurnalis Warga Harus Mandiri dan Profesional


Suasana Mentoring Plus Jurnalis Warga Paguyangan - Foto AA


Paguyangan(suarapaguyangan.com) - Founder Jurnalis Warga (JW) cbmnews.net, Bahrul Ulum mengatakan, seorang Jurnalis Warga disamping dalam menulis harus sesuai dengan kode etik Jurnalistik, juga harus mandiri dan profesional, ungkapnya saat monitoring plus terakhir di Rumah Makan Rai Raka Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Sabtu (27/1).

Ulum menambahkan, selama ini peran JW sangatlah penting, pasalnya, mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat, karena mereka mampu mencatat, mengedit, dan mempublikasikan pemberitaan yang berimbang. Dan pemberitaan yang diliput itu langsung ke lokasi kejadian.

"JW harus mampu mendukung program di desa dan juga corong informasi masyarakat untuk memajukan desa," imbuhnya.

Sementara itu Adi Assegaf  selaku Koordinator Jurnalis Warga (KJW) Kabupaten Brebes mengharapkan  JW  masih tetap menulis berita.

" Jurnalis Warga harus mandiri dan profesional karena Program Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) sampai dengan Januari 2018. Saya berharap JW masih tetap menulis berita dan jangan lelah untuk menginformasikan permasalahan-permasalahan di desa terutama layanan dasar yang sasarannya kaum perempuan termarjinalkan , anak - anak, dan kaum disabilitas,"katanya.

 Lidia Alfi JW Wanatirta mengaku  banyak kemajuan yang didapat selama mengikuti JW 

"Saya sangat berterimakasih kepada Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN),  Bahrul Ulum selaku Founder Jurnalis Warga (JW) cbmnews.net dan Adi Assegaf Koordinator Jurnalis Warga (KJW) , karena beliaulah yang telah memberikan ilmu tentang jurnalistik, dimana saat ini saya sudah bisa mencari berita, dan mempublikasikan di media online seperti suarapaguyangan.com.(LA,NH)
  




Related Posts:

Pemdes Kedungoleng Anggarkan Rp 200 Juta Untuk Layanan Dasar

Kepala Desa Kedungoleng Salim Usman Sedang Memaparkan Dana Desa




Kedungoleng (suarapaguyangan.com)-
Kepala Desa Kedungoleng Usman Salim mengatakan di depan peserta monitoring standar SMP yang diselenggarakan Formasi Kompak, Dana Desa harus sesuai dengan kebutuhan desa dan realisasinya harus tepat sasaran.
"Kami akan menganggarkan 4 persen untuk Pendidikan, 4 persen untuk Kesehatan, dan 3 persen untuk layanan dasar lainnya, seperti Administrasi Kependudukan (Adminduk)," ungkapnya.

Lanjut Usman, Dana Desa jumlahnya 1 Milliar, maka 4% dari 1 Milliar tersebut kurang lebih 40 sampai 50 juta, Jadi kalau dihitung, jumlah yang kami anggarkan, baik untuk pendidikan, kesehatan, maupun adminduk maka totalnya kurang lebih Rp 200 juta. 

Menurut salim, bahwa  Pendidikan, Kesehatan, maupun Adminduk, memang harus selalu diprioritaskan pelayanannya, karena ketiga-tiganya akan sangat berpengaruh dalam kemajuan kehidupan bangsa.

"Sebagai contoh, misalnya ada anak yang tidak mampu bersekolah, maka Desa bekerjasama dengan Sekolah akan memasukkannya kembali agar mau bersekolah, dan pihak Sekolah harus mau menerimanya kembali untuk bersekolah.Desa akan memberikan uang transport juga alat tulis kepada anak tersebut," imbuhnya.

Selain itu,  di bidang kesehatan, desa juga akan melakukan kegiatan kotak sampah keliling  misalkan 1 RT maupun 1 kelompok. 

Demikian juga dalam adminduk, kami meminta tim selapanan untuk dapat membantu desa dalam mendata warga yang belum memiliki akte Kelahiran agar dapat diproses secepatnya. 

Salah satu tim Salapan, Dayunah (43) merasa sekarang ini geraknya lebih semangat dalam mendata segala sesuatu yang berkaitan dengan 3 pokok layanan dasar tersebut.

"Saat ini kami lebih bersemangat dalam setiap mendata, baik anak anak yang tidak sekolah, anak anak yang tidak mempunyai akte, maupun anak anak yang  diffable, maupun anak anak yang kekurangan gizi, misalnya, karena Pemerintah Desa sudah memberikan ruang untuk kami, tim selapanan untuk dapat membantu kegiatan desanya ," tegas Dayunah. (NK)

Related Posts:

Desa Cipetung Prioritaskan Enam Masalah Desa di Forum MMD

MMD Kesehatan Desa Cipetung Kec. Paguyangan


Cipetung ( suara paguyangan.com) - Ada 6 Prioritas Anggaran Desa Cipetung tahun 2019 yang di bahas dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di aula Balai Desa, yakni pembuangan sampah rumah tangga,jamban,pembuangan limbah kamar mandi,ASIekslusif, pemberantasan sarang nyamuk( PSN), dan perilaku merokok. Kamis (31/01/2018).

Demikian disampaikan Kepala Desa Sutrisno dihadapan peserta yang tampak antusias mengikuti acara tersebut. Hadir beberap puskesmas, LPM, Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat.

Sutrisno menambahkan, Pemerintah Desa Cipetung mempunyai kewajiban untuk mensosialisasikan tentang kesehatan,dan anak putus sekolah,karena sudah di anggarkan di Dana Desa( DD) tahun 2018. 

" Untuk pendidikan alokasi 4 persen  dan kesehatan 4 persen dari total anggaran desa yang diterima, adapun untuk kader posyandu agar melaporkan khususnya ibu hamil kurang mampu ke bidan desa supaya tidak ada ibu melahirkan,sampai tidak tertolong," imbuhnya. 

Sementara itu, Perwakilan Puskesmas Paguyangan Lukman menjelaskan, kader posyandu cipetung, harus betul betul ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan di desanya, bagi ibu melahirkan untuk memberi  ASI ekslusif dan mengikuti program keluarga berencana( KB).

Lukman menambahkam bagi warga yang ingin punya jamban sehat dengan paket hemat, produk jamban di jamin kuat dan sehat, septik tank di jamin tidak bocor,karena di cetak menggunakan buis beton,di kerjakan oleh tukang sanitasi terlatih,di gunakan bertahun tahun, maka harus punya anggaran berkisar Rp 1,1 juta hingga Rp 2,1 juta sesuai dengan kebutuhan. 

Hal senada juga disampaikan, Sutaryo selaku  Tokoh Masyarakat, dengan adanya program Forum Kesehatan Desa( FKD), mudah mudahan dapat membantu masyarakat tentang penanganan sampah karena sangat mengganggu kesehatan.

" Kader posyandu siap membantu program tersebut,untuk mewujudkan kesehatan masyarakat,terutama ibu hamil dan balita," pungkasnya. ( Suharti editor Aa).

Related Posts: